Profil MTs Ma’arif Andong Boyolali

MADRASAH TSANAWIYAH MA’ARIF ANDONG BOYOLALI

Madrasah Tsanawiyah Ma’arif Andong Boyolali adalah sebuah lembaga pendidikan yang didirikan oleh yayasan Zumrotut Tholibin Andong Boyolali.

Sebelumnya, yayasan Zumrotut Tholibin mengelola lembaga pendidikan Pondok Pesantren Zumrotut Tholibin, Madrasah Diniyah Roudlatut Tholibin dan Madrasah Aliyah Al Azhar Andong. Kemudian karena santri yang belajar di Pondok Pesantren Zumrotut Tholibin terdiri dari berbagai kelompok usia serta melihat banyaknya santri yang belajar di luar lembaga yayasan, terutama santri-santri usia sekolah SMP, maka para pengurus yayasan berinisiatif untuk mendirikan sekolah setingkat SMP, yakni Madrasah Tsanawiyah (MTs).

Karena sekolah ini berada di lingkungan pondok pesantren, maka disepakati lembaga ini diberi nama Madrasah Tsanawiyah Ma’arif yaitu pada tahun 1988.

Kepala Madrasah yang pertama adalah Djamhari BA. Ia menjabat sebagai kepala Madrasah Tsanawiyah Ma’arif selama 7 tahun yaitu mulai tahun 1988 sampai 1995. Pada masa kepemimpinanya pembangunan dalam bentuk fisik belum nampak karena pada saat itu pembangunan dititik beratkan pada pembangunan sumber daya pengajar sebagai motor penggerak laju jalannya pendidikan dan pengenalan tentang eksistensi Madrasah Tsanawiyah Ma’arif secara luas kepada masyarakat

Pada tahun 1995 Djamhari, BA pindah tugas mengajar di MTsN Andong dan pada saat itulah MTs Ma’arif Andong mengalami masa transisi. Melihat kondisi semacam itu, yayasan Zumrotut Tholibin mengangkat Sudarji sebagai Kepala Madrasah. Masa kepemimpinannya berlangsung sangat singkat yaitu pada tahun 1996 sampai pada tahun 1997.

Kepala MTs Ma’arif yang ketiga adalah H. Djamal BA. Pada masa kepemimpinannya selain meneruskan program yang telah dilaksanakan H. Djamhari, S.Ag, juga mulai ada peningkatan pada pembangunan fisik dan peningkatan sarana/prasarana dengan di bangunnya gedung-gedung kelas baru, peningkatan perlengkapan kantor, dan sarana penunjang lainnya seperti komputer, perpustakaan dan lain-lain. Beliau memimpin tahun 1997-2003.

Pada tahun 2003 Kepala Madrasah dilanjutkan oleh bapak Drs. Ali Imron, M. Pd.I. Pada masa kepemimpinannya selain peningkatan pembangunan fisik juga mulai di lengkapi fasilitas-fasilitas lain seperti Laboratorium Komputer dan loker-loker untuk guru.

Pada tahun 2005 Drs. Ali Imron, M. Pd.I pindah tugas sebagai kepala MTsN Teras Boyolali dan digantikan oleh Drs. Ichwani, S.Pd.I. Beliau menjabat selama 2 periode yaitu tahun 2005-2014.

Di masa kepemimpinan Drs. Ichwani, S.Pd.I ini banyak sekali mengalami kemajuan baik di bidang sarana/prasarana, sistem pengajaran, jumlah siswa, maupun prestasi. Pada masa kepemimpinan beliau dibentuk team pengembang yang dipimpin oleh Drs. Suwardi M.Pd.I. Ia adalah salah satu unsur pimpinan yayasan Zumrotut Tholibin dan salah satu pengajar di STAIN Salatiga. Tugas dari tim pengembang adalah membantu merumuskan program, membantu merencanakan program pendidikan, mengawasi pelaksanaan program-program, dan mengevaluasi hasil yang telah dicapai agar target program terlaksana dengan baik, salah satunya dengan menanamkan slogan “SIP”, yaitu Sholeh, ber-Ilmu, dan ber-Prestasi.

Kemudian pada tahun 2014 Kepala Madrasah dilanjutkan oleh bapak Amri, S.Pd.I sampai sekarang. Di masa kepemimpinan beliau, perkembangan-perkembangan yang sudah ada semakin mengalami peningkatan. Di periode inilah lahir program integrasi yang menggabungkan antara kurikulum formal dan informal, yaitu kurikulum MTs dan Pondok Pesantren tepatnya pada tahun 2017.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *